Kamis, 30 September 2010

about him,,

aku suka laaah sama heenim..
dia itu uniiiikk banget.huaaaa,bagaimana ini jika aku sudah tergila-gila padanya..*alay.
tapi, mmg bgitulah faktanya.

dicari, poster hee nim ukuran jumbo,.saya mau beliii.










friends fiction -maaf ya temand,,ne yoland post-











Let’s learn about yoland!!

Random facts about yoland!
• Suka hujan, tapi tidak suka kehujanan dan kedinginan. gak suka semut api.
• Kurang suka matahari/cahaya. Lebih suka gelap.
• Mudah sayang sama orang. Tapi, mudah juga hilang rasa sayang itu karena suatu kesalahan.
• Benci sama yang namanya bleeding dan sakit.
• Suka takut sama hari esok.
• Suka sms-an. Paling benci kalau sms gak dibalas.
• Suka dalam kamar.
• Hobi mengoleksi poster.
• Suka sama orang yang unik.
• Gak suka dimarahin, dibentak, dicela, dll.
• Sensitive dengan perkataan dan sikap orang. Tapi lebih memilih diam, pergi, dan nangis lalu lupakan. Walau itu akan teringat jelas.
• Suka banget sama coklat.
• Pengen punya pacar yang cuek, arogan, manja, unik, tapi baik, penyayang, dan perhatian.
• Suka dengerin lagu.
• Suka buat cerita dilaptop.
• Gak suka sama orang yang tidak bisa menjaga mulutnya.
• Pengen punya boneka teddybear setinggi badan yoland dan mug yang fotonya hee chul.
• Pengen punya kamar sebesar kamar siwon.
• Suka warna ungu.
• Sebenarnya jarang masak, tapi sebenarnya suka masakin untuk orang-orang tersayang.
• Paling takut marah. Soalnya takut dikuasai setan.
• Insomnia kelas berat. Insomnia terparah adalah selama hampir 48jam tidak tidur padahal harus ada kegiatan kampus.
• Pengen punya gallery lukisan. Tapi, untuk saat ini sepertinya tidak memungkinkan. Punya gallery poster sudah cukup memuaskan.
• Pengen ke tempat2 unik di venesia, Barcelona, dan korea.
• Pengen bilang ke dunia, “don’t be afraid with your future. Just do the best for get the best things.Allah will bless us. Just keep our smile. Don’t listen what they say, because the are too noisy. Hahaha. Just laugh and reach what do you wants.
• Pengen banget bisa memperlambat waktu karena waktu berputar seakan-akan lebih cepat. Hari ini sangat cepat berlalu dan tahu-tahu hari esok sudah datang.
• Tidak suka makan yang pedes-pedes.
• Suka sate Madura, KFC, bakso, sundae, cocacola,soya,pecel, lontong,wuiiii…sluuuurp jadi kepingiiiin.
• Suka sama orang yang berprinsip.

cuma mao berbagi cerita duank,,

maaf ya kalo ada unsur yang agak tidak mengenakkan...

Saat-saat menunggu hasil UN juni 2009
Setiap malam, aku sering berada di rumah sendirian semenjak bimbel. Kesendirian itu, kumanfaatkan dengan curhat kepada Allah. Sungguh, aku takut menanti hasil UN. Setiap aku curhat masalah ini kapada Allah, dengan tangisan yang membanjiri mukenahku, kurasakan tubuhku bergetas. Aku takur. Takut sekali. Ada satu pelajaran yang aku khawatirkan nilainya. Ya Allah, hamba alhamdulillah untuk masalah nilai tidak pernah mengecewakan orangtua. Memang nilai hamba tidak ter the best di sekolah. Setidaknya ada dalam taraf ‘baik’. Aku puas dengan nilaiku.
Dan ketika nilai itu keluar, aku sedang window shopping bersama teman-temanku. Temanku ditelpon oleh seorang guru kami. Dan Alhamdulillah anak IPA lulus semua. Alhamdulillah jeritku dalam hati. Ya Allah, terimakasih, terimakasih. Subhanallah, apa yang aku yakini, Alhamdulillah sampai saat ini masih berlaku. Aku meyakini, setiap usaha yang kita lakukan pasti menghasilkan hasil yang sebanding. Allah maha melihat, Dia tahu apa yang kita lakukan. Allah tidak pernah mengecewakan hamba-Nya. Setelah kita berusaha sebagus mungkin dan juga berdoa. Kerjakan ujian di hadapan kita dengan apa yang kita mampu. Dan hasilnya, hanya pasrah pada yang di-Atas. Walau pasrah, tapi kita tetap harus optimis. Teman-temanku tertawa kalau aku mengatakan hal tersebut. Mereka bilang, pasrah dan optimis itu adalah kata yang berlawanan. Tapi gimana lagi. Aku tak tahu kata apa yang tepat untuk mewakili itu. Mereka bilang, “tawakal”. Yah, mungkin tawakal adalah kata yang tepat.
Perjuangan masuk universitas
Mm, diawali dengan coba-cobaku ikut SIMAK UI. Tesnya di pekanbaru. Aku tinggal di rumah sahabatku. Pada saat ujian, entah kenapa, di tengah-tengah perjalanan mengerjakan soal, aku merasakan sangat bosan. Bosan sekali. Tengkukku juga sangat sakit. Sambil mengerjakan soal, aku berdoa supaya cepat selesai waktu berjalan. Jujur, aku memang orang yang tidak suka dengan waktu ujian yang lama. Membosankan duduk di ruangan. Hm, itulah aku. Lalu sebulan kemudian, hasil SIMAK UI keluar dan alhasil, FAILED ! Aku saat ini gak begitu kecewa karena aku benar-benar tak terlalu mengharapkan.
Lalu, kami sesekolah ikut tes universitas dari Batam yang baru buka. Entah apa nama universitasnya *maap, aku lupa. Tesnya dadakan. Waktu itu hari sabtu. Ada orang yang datang dan bilang kalau ada tes masuk universitas. Kami mah ngikut aja. Soalnya, entah kaya’ mana-mana. Kata guru kami, soalnya memang banyak gak ada jawaban. Ntahlah. Beberapa minggu kemudian, hasil ujian datang. Aku tak lulus. Teman-temanku yang jeniuspun tak lulus. Yang di bawah mereka itu justru pada lulus. Haha, aku ingin tertawa. Aneh. Dan yang lulus, pada gak ada yang ngambil. Wkwkwkwkwkwk.
Next destination, aku ikut PBUD Unand. Seperti biasa, aku memilih kedokteran yang pertama. Yang kedua asal-asalan. Temanku udah bilang, jangan pilih kedokteran. Mustahil. Yah, aku tahu, mustahil. But, that’s I want. Nah, nih PBUD kan keluarnya lama banget. Pilihan kedua aku pilih keperawatan. Aku takut kali lulus di keperawatan. Jadi semenjak bimbel sambil menunggu hasil ujian, aku terus berdoa biar gak lulus PBUD. Aku takut, aku lulus di jurusan yang tidak aku suka. Aku terus berdoa agar aku tak lulus. *haha, agak aneh kan?! Dan alhasil, aku tak lulus. Hahaha. Senangnya aku. Tapi lucunya, mama, papa, guru, dan teman-teman pada nelponin untuk kasih kekuatan ke aku. Aku bilang, “hei, I’m fine. I’m so happy. Hahahahaha.” Maaf ya agak aneh.
Mm, selanjutnya, UMB. Ini aku baru merasakan hal yang sangat mengecewakanku. Soalnya mudah. Soalnya di bimbel banyak membahas hal-hal yang diujiankan itu. Ketika diperiksa di bimbel, kemungkinan aku lulus FKG USU. Seminimal-minimalnya psikologi USU. Biarlah gak lulus FK USU gapapa, itu aja lulus aku udah senang. Sangat senang. Dan ternyata, aku tak lulus. Ya Allah, kecewa banget aku. Kecewa. Kecewa. Kecewa. Tapi kata temanku, jangan gitu donk. Tetap semangat. Yah, aku tetap semangat.
Then, SNMPTN. Hari pertama. Madas, b.ind, b.ing, dan TPA. TPA, clear. Madas, it’s ok. Bahasa, muak aku. Apalagi b.ing. soalnya aku jenuh dan malas membaca. Sekeluar dari ruang ujian, aku takut minta ampun. Aku takut tak lulus. Aku takut bimbel 1,5 bulan sia-sia. Aku takut-takut-takut. Jadi aku nangis. Dan terus berdoa kepada Allah. Hari kedua. Fisika, kimia, MIPA, biologi. Alhamdulillah lebih lancar dari kemarin. Aku sangat berharap lulus. Tapi itu dia, pasrah bin optimis.
Sambil menunggu hasil SNMPTN, aku ikut tes universitas baiturahmah. Tapi pilihan pertamaku FKG. FKU nya mahal gelaaaaaa. Bapak gue gak berak emas soalnya. Emak gue juga gak nanem pohon duit. Hahaha. Soalnya mudah banget. Benar-benar soal SMA. Bukan soal-soal kaya’ ikut SNMPTN, UMB, SIMAK UI. Aku ngerjain kaya’ ngerjain TO SMA aja. Hehe. Dan alhasol, aku lulus. Alhamdulillah. Akhirnya aku ada pegangan satu universitas.
H-1 hasil SNMPTN keluar, aku ada di rumah tante. Teman-teman pada SMS aku lulus atau ga? LOh, aku pikir, bukannya besok ya hasil keluar? Guruku juga SMS, katanya hasil udah keluar dan beliau minta nomor ujianku. Aku pada minta tolong keteman-teman untuk liatin karena aku tak tahu warnet di sini dimana. Tapi, emang jaringan lelet. Mungkin anak Indonesia pada buka. Ditemani mama, papa, abang sepupu, 2adikku, dan 2sepupuku, kami mencari warnet. Hahaha. Kaya’ mau nggrebek warnet ya. Trus sesampai di warnet, aku ngliat hasilnya. Hasilnya PESERTA DITERIMA. SUBHANALLAH, ALHAMDULILLAH. Senangnya aku. Subhanallah, senang kali. Keinginanku juga terkabul. Sedari SD, aku tak pernah yang namanya sekolah swasta. Selalu sekolah di sekolah negeri dan Alhamdulillah semua sekolah yang aku tempati adalah sekolah terbaik. Dan sekarang, akupun menuntut ilmu di universitas negeri. UNAND. Ya allah, terimakasih, terimakasih.
Itu dia kisahnya. Jadi, jangan pernah takut aja. La tahzan, innallaha ma’ana. Allah selalu bersama kita. Allah sayang kita. 